SIMPLIFIKASI CERITA WAYANG DUTA PALWAGA SEBAGAI BAHAN AJAR MEMBACA PEMAHAMAN DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Ithafur Rahman
  • Tri Buana Waluyo Jati

DOI:

https://doi.org/10.35672/afeksi.v3i2.89

Keywords:

Simplifikasi, Cerita Wayang, Duta Palwaga, Bahan Ajar, Membaca Pemahaman

Abstract

Cerita wayang dapat dijadikan alternatif untuk digunakan sebagai bahan ajar membaca pemahaman teks sastra di sekolah dasar. Salah satu adalah cerita wayang Duta Palwaga. Namun, cerita wayang tersebut terlalu panjang, maka perlu disimplifikasikan agar dapat digunakan sebagai bahan ajar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur naratif cerita wayang Duta Palwaga dan membuat hasil simplifikasi cerita tersebut untuk dapat dijadikan sebagai bahan ajar membaca pemahaman. Teori yang digunakan yaitu teori strukturalisme naratif untuk membedah struktur naratif dari cerita wayang tersebut. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan objektif. Adapun metode yang digunakan adalah metode analisis struktural. Hasil penlitian ini menemukan bahwa di dalam cerita wayang Duta Palwaga terdapat 54 sekuen inti. Berdasarkan sekuen tersebut dapat diketahui urutan tekstual, logis, dan kronologis. Selain itu, diketahui pula peristiwa dan wujud dalam berdasarkan 54 sekuen inti yang telah ditemukan. Hasil simplifikasi cerita wayang didapatkan 22 sekuen inti yang merupakan turunan dari sekuen yang mengandung nilai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil penelitan disarankan agar cerita wayang Duta Palwaga dapat digunakan sebagai bahan ajar membaca pemahaman teks sastra di sekolah.

References

Aminuddin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Chatman, Seymour. 1980. Story and Dicours: Narative Structure in Fiction and Film. Cornel University Press.
Decortis, Françoise and Antonio Rizzo. 2007. New Active Tools for Supporting Narrative Structures. Liege: Universtiy of Liege
Depdiknas. 2006. Pedoman Pemilihan dari Menyusun Bahan Ajar. Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
________. 2006. Pengembangan Materi Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.
________. 2006. Kurikulum Bahasa Jawa SMP/MTs Review 2008. Depdiknas.
________. 2010. Kurikulum Mata Pelajaran Muatan Lokal (Bahasa Jawa) untuk Jenjang Pendidikan SD/SDLB/MI dan SMP/SMPLB/MTs Negeri dan Swasta Provinsi Jawa Tengah. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Duran, Nicholas D., Philip M. Mccarthy, Art C. Graesser, dan Danielle S. Mcnamara. 2007. Using Temporal Cohesion to Predict Temporal Coherence in Narrative and Expository Texts. Amerika Serikat: University of Memphis.
Endraswara, Suwardi. 2004. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: FBS Universitas Negeeri Yogyakarta.
Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Hasyim, Nafron, Sumardi, dan Rahmanto. 2001. Pedoman Penyusunan Bahan Penyuluhan Sastra. Jakarta: Pusat BahasaDepdiknas.
Heriyanto. 2011. Beberapa Teknik dalam Pembelajaran Membaca Sastra. Surabaya: Balai Pendidikan dan Latihan Keagamaan.
Kemendiknas. 2010. Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
León, José A., Ricardo Olmos, Inmaculada Escudero, José J. Cañas, dan Lalo Salmerón. 2006. Assessing Short Summaries With Human Judgments Procedure And Latent Semantic Analysis In Narrative And Expository Texts. Jurnal Internasional. Spanyol: University of Madrid, University of Granada.
Nurgiyantoro, Burhan. 1998. Teori Pngkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pannen, Paulina. 2005. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: PAU-PPAI
Rapp, David N., Dan Panayiota Kendeou. 2007. Revising What Readers Know: Updating Text Representations During Narrative Comprehension. Jurnal Internasional. Kanada: University of Illinois, McGill University.
Ratna, Nyoman Kutha. 2007. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisa Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sukadaryanto. 1996. Teori Naratif Model Seymour Chatman, Roland Barthes, dan Shlomith Rimmon-Kenan (Seminar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). Semarang: IKIP Semarang.
Sukadaryanto. 2000. Tokoh dalam Cerita Fiksi: Persspektif Teori Tokoh dalam Struktur Naratif (Seminar Sehari Teori Sastra dan Penerapannya). Semarang: UNNES.
Sukadaryanto. 2010. Sastra Perbandingan: Teori, Metode, dan Iplementasi. Semarang: Griya Jawi.
Supriyanto, Teguh. 2008. Teks dan Ideologi Studi Sastra Populer Cerita Silat. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.
Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: PT. Girimukti Pasaka.

Downloads

Published

2022-12-15

Issue

Section

Articles

Citation Check