Minat Remaja Terhadap Layanan Cybercounseling
DOI:
https://doi.org/10.59698/afeksi.v6i6.812Keywords:
Cybercounseling, Minat, RemajaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat remaja terhadap layanan cybercounseling dengan memperhatikan jenis kelamin (putra, putri) dan periode perkembangan remaja (remaja madya dan akhir). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatra Utara, Jambi, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan Papua Tengah. Pengumpulan data menggunakan skala minat terhadap cybercounseling yang berjumlah 37 item pernyataan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat remaja putra terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (53%). Tingkat minat remaja putri terhadap layanan cybercounseling sebagiam besar berada pada kategori tinggi (53%). Tingkat minat remaja madya terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori tinggi (60%). Tingkat minat remaja akhir terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (49 %). Tersedianya layanan cybercounseling perlu dipertimbangkan oleh para penyedia jasa konseling untuk remaja sebagai salah satu alternatif.
References
BPS-Statistics Indonesia. (2025). Statistik Indonesia Statistical Yearbook Of Indonesia 2025 (Vols. 53, 2025). BPS-Statistics Indonesia.
Gloriabarus. (2022). Hasil Survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/#:~:text=Hasil%20penelitian%20ini%20juga%20menunjukkan,%2Dtrauma%20(PTSD)%20dan%20gangguan
Jinggoi. (2025). Tingkat Minat Siswa SMP Negeri 3 Yogyakarta Terhadap Layanan Cybercounseling. Skripsi. Universitas Sanata Dharma.
Kominfo, D. . Y. (2023) ‘DI Yogyakarta Raih Indeks Literasi Digital Tertinggi Nasional pada 2022 [Yogyakarta Special Region Wins Highest National Digital Literacy Index in 2022]’, Katadata.co.id, (2022).
Petrus, J., & Sudibyo, H. (2017). Kajian Konseptual Layanan Cyberconseling. Konselor, 6(1), 6. https://doi.org/10.24036/02017616724-0-00
Prayitno. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. PT Rineka Cipta.
Priyatno, D. (2018). SPSS Panduan Mudah Olah Data Bagi Mahasiswa & Umum. Andi.
Puspita, D., Elita, Y., & Sinthia, R. (2020). Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Berbasis Cyber-Counseling Via Whatsappterhadap Keterbukaan Diri Mahasiswa Bimbingan Dan Konselingsemester 4a Universitas Bengkulu. Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling, 2(3), 271–281. https://doi.org/10.33369/consilia.2.3.271-281
Saifuddin Azwar. (2012). Penyusunan Skala Psikologi (2nd ed.). Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif Kualtitatif dan R&D. Alfabeta.
Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Media Abadi.
Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2008). Landasan Bimbingan dan Konseling. Pt Remaja Rosdakarya.
Yusuf, S., Sugandhi, N., & Saomah, A. (2021). Bimbingan dan Konseling Remaja. Remaja Rosdakarya.
Zeren, S. G., Erus, S. M., Amanvermez, Y., Buyruk-Genc, A., Yilmaz, M. B., & Duy, B. (2020). The Effectiveness of Online Counseling for University Students in Turkey: A Non-Randomized Controlled Trial. European Journal of Educational Research, volume–9–2020(volume–9–issue–2–april–2020), 825–834. https://doi.org/10.12973/eu-jer.9.2.825
Gloriabarus. (2022). Hasil Survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/#:~:text=Hasil%20penelitian%20ini%20juga%20menunjukkan,%2Dtrauma%20(PTSD)%20dan%20gangguan
Jinggoi. (2025). Tingkat Minat Siswa SMP Negeri 3 Yogyakarta Terhadap Layanan Cybercounseling. Skripsi. Universitas Sanata Dharma.
Kominfo, D. . Y. (2023) ‘DI Yogyakarta Raih Indeks Literasi Digital Tertinggi Nasional pada 2022 [Yogyakarta Special Region Wins Highest National Digital Literacy Index in 2022]’, Katadata.co.id, (2022).
Petrus, J., & Sudibyo, H. (2017). Kajian Konseptual Layanan Cyberconseling. Konselor, 6(1), 6. https://doi.org/10.24036/02017616724-0-00
Prayitno. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. PT Rineka Cipta.
Priyatno, D. (2018). SPSS Panduan Mudah Olah Data Bagi Mahasiswa & Umum. Andi.
Puspita, D., Elita, Y., & Sinthia, R. (2020). Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Berbasis Cyber-Counseling Via Whatsappterhadap Keterbukaan Diri Mahasiswa Bimbingan Dan Konselingsemester 4a Universitas Bengkulu. Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling, 2(3), 271–281. https://doi.org/10.33369/consilia.2.3.271-281
Saifuddin Azwar. (2012). Penyusunan Skala Psikologi (2nd ed.). Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif Kualtitatif dan R&D. Alfabeta.
Winkel, W. S., & Hastuti, M. M. S. (2004). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Media Abadi.
Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2008). Landasan Bimbingan dan Konseling. Pt Remaja Rosdakarya.
Yusuf, S., Sugandhi, N., & Saomah, A. (2021). Bimbingan dan Konseling Remaja. Remaja Rosdakarya.
Zeren, S. G., Erus, S. M., Amanvermez, Y., Buyruk-Genc, A., Yilmaz, M. B., & Duy, B. (2020). The Effectiveness of Online Counseling for University Students in Turkey: A Non-Randomized Controlled Trial. European Journal of Educational Research, volume–9–2020(volume–9–issue–2–april–2020), 825–834. https://doi.org/10.12973/eu-jer.9.2.825
Downloads
Published
2025-12-30
Issue
Section
Articles
Citation Check
License
An author who publishes in AFEKSI agrees to the following terms:- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).