Kesantunan Berbahasa Mahasiswi di Lingkungan Kampus IAI Imsya Indonesia

Authors

  • Adeliani Ulfiyyah
  • Amanda Zulmita Indra
  • Nahdya Alya Afifa
  • Ere Mardella Arbiani

DOI:

https://doi.org/10.59698/afeksi.v6i6.749

Keywords:

Kesantunan Berbahasa, Mahasiswi, Nilai Syar’i

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, tingkat, dan praktik kesantunan berbahasa yang ditunjukkan oleh mahasiswi IAI IMSYA Indonesia dalam konteks komunikasi akademik dan sosial di lingkungan kampus. Fokus penelitian ini penting karena IAI IMSYA Indonesia merupakan kampus berbasis ajaran Islam yang menekankan nilai-nilai syar’i dan etika komunikasi santun dalam seluruh aktivitas akademik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur. Subjek penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswi semester 1–5 dari berbagai program studi yang dipilih melalui purposive sampling, yakni mereka yang dianggap memiliki pemahaman dan pengalaman terkait kesantunan berbahasa di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi telah menerapkan kesantunan berbahasa, namun tingkat konsistensinya masih bervariasi. Berdasarkan penilaian dosen, sekitar 60–80% mahasiswi telah menggunakan bahasa yang santun, sedangkan 20–40% lainnya masih memerlukan pembinaan, terutama dalam pemilihan diksi, penyesuaian konteks formal, dan kecenderungan membawa gaya komunikasi sehari-hari ke ranah akademik. Kesantunan juga terlihat dari sikap, cara meminta izin, waktu menghubungi dosen, serta kemampuan mengendalikan emosi. Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman mahasiswi mengenai kesantunan dan praktiknya dalam situasi nyata. Faktor seperti keteladanan dosen, aturan kampus, pembiasaan komunikasi Islami, dan kesadaran pribadi berperan penting dalam membentuk budaya kesantunan. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat budaya komunikasi yang sesuai dengan visi kampus dan nilai-nilai syar’i, sehingga tercipta lingkungan akademik yang santun dan kondusif.

References

Almunawar. 2018. Fenomena Bahasa Remaja dan Perubahan Kesantunan. (Universitas Muhammadiyyah Makassar). https://share.google/i82pbCtcMyWk1QWs4
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aristoteles (dalam Keraf). 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Brown, P., & Levinson, S. C. 1987. Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press.
Chaer, A. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Creswell, J. W. 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publications.
Danesi, M. 2004. Messages, Signs, and Meanings: A Basic Textbook in Semiotics and Communication. Toronto: Canadian Scholars’ Press.
Fahmi, R., Sudiana, I. N., & Wisudariani, N. M. R. (2016).
Kesantunan linguistik dan kesantunan pragmatik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 5(3).
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. L. Morgan (Eds.), Syntax and Semantics: Vol. 3. Speech acts (pp. 41–58). New York: Academic Press.
Gunawan, H. 2012. Pendidikan Karakter. Bandung: Alfabeta.
Jauhari, A. (2024). Analisis kesantunan berbahasa mahasiswa di lingkungan kampus STITNU Al-Mahsuni Lombok Timur. ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia, 7(2), 143–160. https://doi.org/10.29240/estetik.v7i2.11204
Jazeri, M., & Madayani, N. S. 2020. Budaya Santun dalam Interaksi Akademik. (Institut Agama Islam Negeri Curup). https://share.google/ReBpCUxaMpMyJ1g38
Keraf, G. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Lakoff, R. T. (1973). The logic of politeness; or, minding your P’s and Q’s. In C. Corum, T. C. Smith-Stark, & A. Weiser (Eds.), Papers from the Ninth Regional Meeting of the Chicago Linguistic Society (Vol. 9, pp. 292–305). Chicago: Chicago Linguistic Society.
Leech, G. 1983. Principles of Pragmatics. London: Longman.
Leech, G. 2014. The Pragmatics of Politeness. Oxford: Oxford University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: SAGE Publications.
Moleong, L. J. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mustari. 2014. Nilai Kesantunan dalam Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Newman, W. L. 2013. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Boston: Pearson.
Nur Yulisarni. 2022. Kesantunan dan Budaya Bahasa. (STKIP PGRI Pacitan). https://share.google/hrFp6WfakuEY4l4HO
Oetomo. 2012. Kesantunan dalam Perspektif Budaya. Jakarta: Prestasi Pustakarya.
Sari, Y. (2018). Wujud kesantunan berbahasa mahasiswa asing program Darmasiswa di Universitas Gadjah Mada. Jurnal Gramatika, 4(1). https://doi.org/10.22202/jg.2018.v4i1.2380
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wardani, I., & Subhan, R. (n.d.). Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang efektif. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendekia, 1. https://share.google/OtkaxJtYcXDa82qS1
Yule, G. 1996. Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.

Downloads

Published

2025-12-01

Issue

Section

Articles

Citation Check