Perbandingan Tingkat Hedonisme Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Pengguna Tiktok di Program Studi Bimbingan dan Konseling

Authors

  • Nadia Karmella Eudia Br Sembiring Universitas Sanata Dharma, Indonesia
  • Bernardinus Agus Arswimba Universitas Sanata Dharma, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i5.1062

Keywords:

hedonisme, mahasiswa, mahasiswi, TikTok, bimbingan dan konseling

Abstract

Penelitian ini disusun untuk membandingkan tingkat hedonisme antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pengguna media sosial TikTok di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma, sekaligus menandai butir skala yang capaiannya tergolong tinggi sebagai bahan penyusunan topik layanan bimbingan. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif komparatif dengan teknik purposive sampling terhadap 70 mahasiswa aktif pengguna TikTok, terdiri atas 55 responden perempuan dan 15 responden laki-laki; komposisi ini tidak seimbang dan membatasi daya uji untuk mendeteksi perbedaan berukuran kecil hingga sedang. Pengumpulan data dilakukan melalui skala hedonisme model Likert yang disebarkan secara daring melalui Google Form; dari 54 pernyataan yang diujicobakan pada sampel yang sama dengan sampel pengujian hipotesis, 49 di antaranya dinyatakan valid dengan koefisien Cronbach's Alpha 0,977. Oleh karena sebaran data pada kelompok perempuan tidak memenuhi asumsi normalitas, pengujian hipotesis utama menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U yang membandingkan distribusi/peringkat skor kedua kelompok; uji Welch t-test disertakan hanya sebagai pembanding deskriptif, bukan sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil analisis tidak menemukan bukti statistik yang memadai mengenai perbedaan tingkat hedonisme antara kedua kelompok (Mann-Whitney U = 355; z = -0,82; p = 0,414; rank-biserial r = 0,14), dengan rerata skor mahasiswi sebesar 87,42 (SD = 23,65; median = 85,0) dan mahasiswa sebesar 99,13 (SD = 37,68; median = 104,0), keduanya berada pada kategori rendah. Estimasi Hodges-Lehmann atas selisih median antarkelompok adalah -8,0 dengan interval kepercayaan 95% [-33; 10] yang mencakup nol, sehingga selisih tersebut tidak dapat dipastikan berbeda dari nol secara statistik. Temuan ini tetap perlu dimaknai secara hati-hati mengingat kecilnya jumlah sampel laki-laki (n = 15), sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok benar-benar setara. Dua butir pernyataan yang berkaitan dengan sikap terhadap tren yang sedang berkembang dan kecenderungan mengikuti tren fesyen berada pada kategori tinggi dan diusulkan sebagai indikasi awal kebutuhan topik bimbingan seputar literasi digital dan pengelolaan keuangan mahasiswa, yang perlu dikonfirmasi melalui asesmen kebutuhan layanan lebih lanjut.

References

Afadilah, N. (2023). Hubungan kontrol diri dengan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa bimbingan dan konseling. Psikoedukasia: Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 8(1).

Alpani, E. A. (2022). Pengaruh penggunaan media sosial TikTok terhadap gaya hidup mahasiswi [Skripsi]. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Amalina, E. R. N. (2021). Pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku hedonisme mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung [Skripsi]. Universitas Lampung.

Ayuningtyas, F. (2024). Gaya hidup hedonisme menyerang kalangan Gen Z. Suara.com.

detikInet. (2024). Indonesia nomor satu pengguna TikTok sedunia, kalahkan Amerika. detikInet.

Kalodata. (2024). Statistik pengguna TikTok 2024: Data, tren, dan wawasan pemasaran.

Kerti, F. M. C., Rahmani, N. A., Oktariani, N. F., Zalva, S., & Hamidah, S. (2024). Hedonisme di kalangan mahasiswa: Eksplorasi atas pencarian kenikmatan instan dalam lingkungan pendidikan tinggi. Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 25(2), 91–94.

Mahardhika, G. L., & Artadita, S. (2025). Pengaruh FOMO dalam memicu perilaku konsumtif yang dimediasi gaya hedonis: Studi tren fashion Skena dan Starboy. Open Library Publications, Telkom University.

Okviana, L. (2025). Penggunaan aplikasi TikTok sebagai media eksistensi diri di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya [Penulisan Ilmiah Jenjang S1]. Universitas Gunadarma.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

Plummer, J. T. (1974). The concept and application of life style segmentation. Journal of Marketing, 38(1), 33–37.

Ratu, B., Elfira, N., Jannah, W. H., Lagebada, S., Lawau, D. L. R., Indra, M., & Dumupa, M. (2024). Pengaruh teman sebaya terhadap hedonisme mahasiswa. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 11594–11598.

Reynata, V., Anggraeni, D., & Puspitasari, I. (2022). Perubahan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa rantau. Prosiding Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial.

Sari, W. (2022). Hubungan kontrol diri dengan gaya hidup hedonis pada wanita dewasa awal di Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2).

Siswoyo, D. (2007). Ilmu pendidikan. UNY Press.

Statista. (2024). Number of TikTok users in Indonesia 2024.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

We Are Social, & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia.

Wells, W. D., & Tigert, D. J. (1971). Activities, interests, and opinions. Journal of Advertising Research, 11(4), 27–35.

Zulaikha, R. A. S. (2024). Gaya hidup hedonisme pengguna TikTok (Studi fenomenologi hangout di coffee shop) [Skripsi]. UIN Raden Intan Lampung.

Downloads

Published

2026-07-24

Issue

Section

Articles

Citation Check