Penerapan Parenting Orang Tua dalam Menangani Kenakalan Remaja di Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.59698/afeksi.v6i2.719Kata Kunci:
Pola Asuh, Kenakalan Remaja, Man 2 SamarindaAbstrak
Orang tua memiliki kewajiban utama untuk membimbing anak-anak mereka menuju keberhasilan, dan sangat penting bagi mereka untuk memahami serta mengamati perkembangan anak. Salah satu penyebab utama kerusakan remaja adalah perilaku nakal. Banyak remaja sekarang ini tertarik pada pola hidup Barat, yang disebut "westernisasi", yang menghapus nilai-nilai etis Timur. Pendekatan pengasuhan orang tua di sini menjadi sangat relevan seiring bertambahnya usia. "Implementasi Pengasuhan Orang Tua untuk Menghindari Perilaku Nakal Remaja di Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda Periode Akademik 2023/2024" adalah judul studi yang dipilih peneliti. Fokus studi adalah: (1) Bagaimana pendekatan pengasuhan otoriter orang tua berkontribusi dalam mencegah perilaku nakal remaja di Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda tahun pelajaran 2023/2024? (2) Bagaimana pendekatan pengasuhan demokratis orang tua berkontribusi dalam mencegah perilaku nakal remaja di Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda tahun pelajaran 2023/2024? (3) Bagaimana pendekatan pengasuhan laissez-faire orang tua berkontribusi dalam mencegah perilaku nakal remaja di Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda tahun pelajaran 2023/2024? Peneliti melakukan studi kualitatif, tipe studi deskriptif. Data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan pengamatan. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan meliputi langkah-langkah seperti pengurangan data, presentasi data, penyimpulan, dan verifikasi keabsahan data melalui triangulasi metode dan sumber. Studi menunjukkan bahwa (1) pendekatan pengasuhan otoriter orang tua membuat banyak anak menjadi pemberontak dan kurang akuntabel. Sebaliknya, jika anak di luar pengawasan orang tua, mereka akan bertindak berbeda, seperti bersikap brutal seperti mengganggu teman atau membuat keributan, dan sering berani mencoba hal-hal buruk. (2) Orang tua yang menggunakan pendekatan pengasuhan demokratis pada anak membuat mereka lebih superior, lebih bertanggung jawab, lebih percaya diri, lebih mudah berinteraksi, lebih mampu berkolaborasi, dan lebih baik secara etis. (3) Pendekatan pengasuhan laissez-faire yang diterapkan orang tua pada anak membuat anak manja dan sulit dikontrol, hasil belajar anak tidak konsisten, anak menjadi pemberontak dan lebih senang di luar rumah, anak kurang percaya diri, tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan juga dalam menghadapi masalah, dan anak lebih berani melakukan hal-hal negatif.
Referensi
Basrowi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Ditatami, E. (2016). Remaja dan pergeseran makna “pergaulan bebas”. Diakses 26 Juli 2016.
Fatchurahman, M. (2012). Kepercayaan diri, kematangan emosi, pola asuh demokratis, dan kenakalan remaja. Jurnal Individu, 1(2).
Gunarsa, S. (1988). Psikologi untuk orang muda. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hurlock, E. B. (1993). Perkembangan anak (Jilid 2). Jakarta: Erlangga.
Lestariningrum, A., & Wijaya, P. (2022). Peran orang tua pada pelayanan sekolah ramah anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi, dan Perubahan, 2(6), 300–306.
Marisa, F., Fitriyanti, F., & Utami, R. (2023). Hubungan antara keinginan orang tua untuk mengajar anak-anak dan pola asuh mereka. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 6(1), 25–35.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Ormrod, J. E. (2008). Psikologi pendidikan. Jakarta: Erlangga.
Prawira, P. A. (2012). Psikologi pendidikan dalam perspektif baru. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Putri, A., & Rahman, B. (2024). Pengaruh pola asuh permisif terhadap kenakalan remaja di era digital. Jurnal Psikologi Remaja Indonesia, 5(2), 112–128.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence (6th ed.). Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Zakiah Daradjat. (2008). Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Ditatami, E. (2016). Remaja dan pergeseran makna “pergaulan bebas”. Diakses 26 Juli 2016.
Fatchurahman, M. (2012). Kepercayaan diri, kematangan emosi, pola asuh demokratis, dan kenakalan remaja. Jurnal Individu, 1(2).
Gunarsa, S. (1988). Psikologi untuk orang muda. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hurlock, E. B. (1993). Perkembangan anak (Jilid 2). Jakarta: Erlangga.
Lestariningrum, A., & Wijaya, P. (2022). Peran orang tua pada pelayanan sekolah ramah anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi, dan Perubahan, 2(6), 300–306.
Marisa, F., Fitriyanti, F., & Utami, R. (2023). Hubungan antara keinginan orang tua untuk mengajar anak-anak dan pola asuh mereka. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 6(1), 25–35.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Ormrod, J. E. (2008). Psikologi pendidikan. Jakarta: Erlangga.
Prawira, P. A. (2012). Psikologi pendidikan dalam perspektif baru. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Putri, A., & Rahman, B. (2024). Pengaruh pola asuh permisif terhadap kenakalan remaja di era digital. Jurnal Psikologi Remaja Indonesia, 5(2), 112–128.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence (6th ed.). Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Zakiah Daradjat. (2008). Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
2025-11-05
Terbitan
Bagian
Articles
Citation Check
Lisensi
An author who publishes in AFEKSI agrees to the following terms:- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).