Peran Televisi Sebagai Sumber Informasi Politik Kredibel dalam Menjaga Kualitas Demokrasi di Era Media Sosial

Penulis

  • Ni Komang Ayu Sari Emben Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • Sukadi Sukadi Universitas Pendidikan Ganesha
  • Sakman Sakman Universitas Palangka Raya
  • Ni Komang Apriani
  • Ni Made Linda Herawati
  • I Gede Eka Putra
  • I Putu Agus Febriana Putra Wijaya

DOI:

https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i5.1006

Kata Kunci:

televisi, informasi politik, kredibilitas, demokrasi, media sosial

Abstrak

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi politik secara signifikan, termasuk dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Di tengah arus informasi yang cepat dan tidak selalu terverifikasi, televisi masih dipandang sebagai salah satu sumber informasi politik yang memiliki tingkat kredibilitas relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran televisi sebagai sumber informasi politik kredibel dalam menjaga kualitas demokrasi di era media sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran dan analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, serta sumber daring yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa televisi memiliki mekanisme verifikasi, struktur redaksi, serta penerapan kode etik jurnalistik yang membedakannya dari media sosial yang lebih terbuka dan minim kontrol. Dalam konteks demokrasi, keberadaan televisi yang kredibel berkontribusi pada pembentukan opini publik yang lebih rasional serta mendorong akuntabilitas kekuasaan. Meskipun menghadapi tantangan digitalisasi dan pergeseran preferensi audiens, televisi tetap memiliki peran strategis sebagai penyeimbang informasi politik di ruang publik.

Referensi

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024, February 7). Pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Habermas, J. (2006). Political communication in media society: Does democracy still enjoy an epistemic dimension? The impact of normative theory on empirical research. Communication Theory, 16(4), 411–426. https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.2006.00280.x

Komisi Penyiaran Indonesia. (2012). Pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran. Komisi Penyiaran Indonesia. https://www.kpi.go.id/download/regulasi/P3SPS_2012_Final.pdf

Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2021). The elements of journalism: What newspeople should know and the public should expect (4th ed.). Crown.

McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187. https://doi.org/10.1086/267990

McQuail, D., & Deuze, M. (2020). McQuail’s media and mass communication theory (7th ed.). SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Sunstein, C. R. (2018). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press.

Tapsell, R. (2017). Media power in Indonesia: Oligarchs, citizens and the digital revolution. Rowman & Littlefield International.

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe.

Diterbitkan

2026-07-06

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check