Social Media Fatigue (SMF) pada Generasi Z Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
DOI:
https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i5.1017Keywords:
Social Media Fatigue, Generasi Z, Mahasiswa, Media SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat social media fatigue (SMF) pada Generasi Z, khususnya mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2025; dan (2) mengidentifikasi butir-butir item pada skala SMF yang menunjukkan kategori tinggi berdasarkan pengalaman penggunaan media sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 126 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2025. Sampel penelitian terdiri atas 57 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa aktif Angkatan 2025, termasuk dalam kategori Generasi Z, menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari, serta mengisi kuesioner secara lengkap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Social Media Fatigue berbentuk skala Likert. Hasil uji validitas menunjukkan 39 butir pernyataan valid dari 50 butir yang disusun, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,890, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan JASP melalui pengelompokan kategori berdasarkan rentang skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat social media fatigue responden didominasi kategori ringan hingga sedang, yaitu 27 responden (47%) berada pada kategori ringan, 26 responden (46%) pada kategori sedang, 3 responden (5%) pada kategori sangat ringan, dan 1 responden (2%) pada kategori berat, sedangkan tidak terdapat responden pada kategori sangat berat. Distribusi capaian skor item juga didominasi kategori rendah hingga sedang, dengan satu indikator berada pada kategori tinggi yang berkaitan dengan kecenderungan terdistraksi oleh banyaknya informasi di media sosial. Temuan ini hanya menggambarkan kondisi 57 responden yang menjadi subjek penelitian dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan kepada seluruh mahasiswa Generasi Z atau populasi yang lebih luas. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling dalam membantu mahasiswa mengelola penggunaan media sosial secara sehat dan seimbang.References
Afandi, I. (2020). Kajian mengenai pengaruh platform Instagram terhadap pola interaksi sosial pada remaja berusia 16–19 tahun di Kelurahan Karang Timur, Karang Tengah, Kota Tangerang (Unpublished undergraduate thesis). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Azhari, A. A., Purwasetiawatik, T. F., & Saudi, A. N. A. (2024). Studi deskriptif mengenai tingkat kelelahan penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa di Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1), 24–30.
Bright, L. F., Kleiser, S. B., & Grau, S. L. (2015). Too much Facebook? An exploratory examination of social media fatigue. Computers in Human Behavior, 44, 148–155. doi:10.1016/j.chb.2014.11.048
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Djaali. (2021). Teknik dan pendekatan dalam penelitian kuantitatif (Edisi revisi). Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.
Eppler, M. J., & Mengis, J. (2004). The concept of information overload: A review of literature from organization science, accounting, marketing, MIS, and related disciplines. The Information Society, 20(5), 325–344. doi:10.1080/01972240490507974
Lee, A. R., Son, S. M., & Kim, K. K. (2016). Information and communication technology overload and social networking service fatigue: A stress perspective. Computers in Human Behavior, 55, 51–61. doi:10.1016/j.chb.2015.08.011
Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications for psychiatry. World Psychiatry, 15(2), 103–111. doi:10.1002/wps.20311
Nadhifah, H. A., Sucipto, M. A. B., & Sudibyo, H. (2024). Tingkat perilaku konsumtif generasi Z pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pancasakti. Jurnal Fokus Konseling, 10(1), 17–27.
Nurhalizah, A., & Widyastuti, F. (2023). Tinjauan kelelahan akibat media sosial ditinjau dari tekanan akademik selama pembelajaran daring masa pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Integratif, 11(1), 121–133.
Pratidina, N. D., & Mitha, J. (2023). Tinjauan literatur mengenai pengaruh penggunaan media sosial terhadap hubungan sosial masyarakat. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(1), 810–815.
Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2004). Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: A multi-sample study. Journal of Organizational Behavior, 25(3), 293–315. doi:10.1002/job.248
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Zhang, S., Shen, Y., Xin, T., Sun, H., Wang, Y., Zhang, X., & Ren, S. (2021). The development and validation of a social media fatigue scale: From a cognitive-behavioral-emotional perspective. PLoS ONE, 16(1), e0245464. doi:10.1371/journal.pone.0245464
Zulvi, N. A. W., Ifdil, I., Ardi, Z., & Handayani, P. G. (2025). Kajian kelelahan penggunaan media sosial pada mahasiswa berdasarkan perbedaan gender dan usia. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 13(1), 38–48.
Downloads
Published
Issue
Section
License
An author who publishes in AFEKSI agrees to the following terms:- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).