Kesenjangan Antara Paradigma Toleransi dan Realitas Konflik dalam Masyarakat Majemuk

Nofrianti Enliyani Tualaka, Aprilia Mengga, Jidro Alfindo Sabuin, Enjelili Rambu Tega Wuasu, Priska Aprilia Leo, Fransiska Yanti Nggeong

Abstract


Penelitian ini membahas kesenjangan antara paradigma toleransi dan realitas konflik dalam masyarakat majemuk, khususnya dalam kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Toleransi pada dasarnya merupakan sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan agama, budaya, serta pandangan hidup demi terciptanya kehidupan yang harmonis. Namun, dalam praktiknya masih sering terjadi konflik sosial, diskriminasi, penolakan pendirian rumah ibadah, dan berbagai bentuk intoleransi yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nilai toleransi yang diajarkan dengan realitas sosial yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman terhadap keberagaman, fanatisme yang berlebihan, prasangka sosial, serta kurangnya interaksi antarumat beragama menjadi faktor utama munculnya konflik dalam masyarakat majemuk. Di sisi lain, Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap sesama, dan sikap toleransi sebagaimana diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Tokoh agama, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun dialog, memperkuat kerja sama sosial, serta menciptakan budaya hidup damai di tengah keberagaman. Dengan demikian, penerapan nilai toleransi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Keywords


Toleransi, Konflik Sosial, Masyarakat Majemuk, Pendidikan Agama Kristen, Kerukunan Antarumat Beragama.

Full Text:

PDF

References


Analisis, S., Kh, P., & Shiddiq, A. (2021). PARADIGMA TOLERANSI ISLAM DALAM MERESPONS KEMAJEMUKAN HIDUP DI INDONESIA. 2, 141–156. https://doi.org/10.53491/porosonim.v2i2.216

Arifandi, A., Fathikasari, S. E., & Kurniasih, M. (2023). Membangun Harmoni Dan Toleransi Melalui Moderasi Beragama. 4(2).

Arios, S., & Tambunan, S. (2024). Peran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Iman Anak Peserta Didik Berdasarkan 2 Timotius 3 : 16. 2.

Benu, S., & Manurung, H. (2025). Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Berkelanjutan Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Berkelanjutan. 9(2), 9–24.

Butar-butar, R. D., Situmorang, E. L., Pasaribu, J., & Uji, M. (2019). Pengajaran Tuhan Yesus Mengenai Toleransi Dan Implementasinya Ditengah Masyarakat Majemuk. 4(1), 88–101.

Fajrussalam, H., Rahmania, A., Ningsih, J., Khofifah, M., Mulyanti, P., & Kaaffah, S. (2022). MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR AGAMA DI LINGKUNGAN MULTIKULTURAL KEPADA ANAK SESUAI AJARAN AGAMA ISLAM. 3(4), 3–11.

Green, B., Bessie, W., Poko, S., Saingo, Y. A., Pendidikan, M., Kristen, A., & Beragama, U. (2025). Meningkatkan Solidaritas Antar Umat Beragama Melalui Pendidikan Agama Kristen Di NTT Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional. 2, 91–101.

Hidup, M., Gulo, R. P., Zai, E., Harefa, A., Tinggi, S., & Injili, T. (2023). Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk: Mencerminkan Hidup Humanis di tengah-tengah Pluralisme. 2023, 81–90.

Hulu, V. T., Waruwu, J. H., Gulo, R., & Tafonao, T. (2024). Pietas : Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Pluralisme Agama di Indonesia : Memperkuat Toleransi dalam Masyarakat Majemuk. 2(1), 1–12. https://doi.org/10.62282/pj.v2i1.1-12

Imayah, F., Batjo, A. A., & Irawan, A. D. (2023). Toleransi Dalam Kehidupan Masyarakat Kupang. 3(1), 408–414.

Lamara, V., Madani, V., Syarif, Z., Islam, U., & Madura, N. (2026). J i s a. 9(1), 264–281.

Mulia, B. (2022). Pendidikan multikultural.

Prasetiawati, E. (n.d.). Urgensi pendidikan multikultural untuk menumbuhkan nilai toleransi agama di indonesia.

Sinaga, A. V. (2024). Penggembalaan Spiral : Memaknai Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria ( Yoh . 4 : 1-42 ) di Era Postmodern. 7(1), 121–142.

Siregar, G. (2023). Pandangan Dan Sikap Paulus terhadap Hukum Taurat. 5(April), 81–106.

Telaumbanua, A., Sekolah, D., Teologi, T., Misi, A., & Barat, N. (2018). Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Siswa. 1(2), 219–231.

Teologi, P. S., Agama, I., & Negeri, K. (2024). Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian Konflik Dan Implementasinya Untuk Memperkuat Toleransi Titin Wulandari Malau. 2(1).




DOI: https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i5.991

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 nofrianti enliyani tualaka

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License