Perbedaan Self – Disclosure pada Mahasiswa dan Mahasiswi Pengguna Second Account Instagram
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menakar tingkat self-disclosure pada mahasiswa dan mahasiswi pengguna second account Instagram, mengidentifikasi butir pengukuran yang capaian skornya kurang optimal, serta menganalisis perbedaan perilaku self-disclosure tersebut berdasarkan jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparatif. Subjek penelitian terdiri dari 59 mahasiswa (21 laki-laki dan 38 perempuan) Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang menggunakan second account Instagram. Instrumen pengumpulan data berupa skala self-disclosure Pengguna Second account yang terdiri dari 48 butir valid yang mencakup enam aspek: sikap dan opini, selera dan minat, keuangan, pendidikan, kepribadian, serta fisik. Skala ini memiliki reliabilitas sangat tinggi dengan indeks Alpha Cronbach sebesar 0,965. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kategori dan uji beda independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil mahasiswa memiliki perilaku self-disclosure pada kategori sedang (29%) dan rendah (29%), sementara sebagian besar mahasiswi berada pada kategori tinggi (68%). Terdapat tiga aspek yang capaian skor pengukurannya kurang maksimal, yaitu aspek sikap dan opini, keuangan, serta kepribadian. Meskipun rata-rata skor mahasiswi (152,97) lebih tinggi dibanding mahasiswa (138,19), hasil uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan perilaku self-disclosure yang signifikan antara mahasiswa dan mahasiswi pengguna second account Instagram (p = 0,113 > 0,05).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
A. Lubis, N. R. (2022). Informasi Berbasis Media Sosial Pada Perpustakaan Digital. Jurnal Pari, 8(1), 53. https://doi.org/10.15578/jp.v8i1.11517
Alt, D. (2015). College students’ academic motivation, media engagement and fear of missing out. Computers in Human Behavior, 49, 111–119. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.02.057
Altman, I., & Taylor, D. A. (1973). Social penetration: The development of interpersonal relationships. Holt, Rinehart & Winston.
Annabillah, F. A., & Boer, K. M. (2023). Fitur Close Friends Instagram sebagai keterbukaan diri mahasiswa yang mengalami kecemasan bermedia sosial. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 4(3), 1550–1565. https://doi.org/10.35870/jimik.v4i3.379
Antasari, C., & Pratiwi, R. D. (2022). Pemanfaatan Fitur Instagram Sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran Kedai Babakkeroyokan Di Kota Palu. Kinesik, 9(2), 176–182. https://doi.org/10.22487/ejk.v9i2.327
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066x.55.5.469
Atmoko, B. D. (2012). Instagram Handbook Tips Fotografi Ponsel. Media Kita.
Bahar, A. (2018). Survei: 46% Remaja Punya Lebih dari Satu Akun Instagram Pribadi, Kebanyakan Nggak Ngungkap Identitas Asli. Apa Alasannya? - Page all. Diakses dari https://hai.grid.id/read/07610011/survei-46-remaja-punya-lebih-dari-satu-akun-instagram-pribadi-kebanyakan-nggak-ngungkap-identitas-asli-apa-alasannya?page=all
Bilqis, Tri Dewi, Alfiani, M. R., Gayatri, F. A., & Cuhandi. (2024). Dramaturgi dalam media sosial: Second account di Instagram sebagai self disclosure. HUMANUS: Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 1(2), 155–164.
Boyd, D. M., & Ellison, N. B. (2007). Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210–230. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2007.00393.x
Budiani, A. N., Fauzi, F., Bantar, G. Y., & Vioga, M. (2023). Gambaran Self disclosure Pengguna Second account Instagram (Studi Fenomenologi Self disclosure Pengguna Second account Instagram Pada Dewasa Awal). 7.
Budiyanto, R. N. A., & Aisyah, V. N. (2023). Self-disclosure Analysis of First Account and Second account Users on Instagram among Students. Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 515–525. https://doi.org/10.23917/iseth.2974
Choi, T. R., & Sung, Y. (2018). Instagram versus Snapchat: Self-expression and privacy concern on social media. Telematics and Informatics, 35(8), 2289–2298. https://doi.org/10.1016/j.tele.2018.09.009
Derlega, V. J., & Grzelak, J. (1979). Appropriateness of self-disclosure. In G. J. Chelune (Ed.), Self-disclosure: Origins, patterns, and implications of openness in interpersonal relationships (pp. 151–176). Jossey-Bass.
Derlega, V. J., Metts, S., Petronio, S., & Margulis, S. T. (1993). Self-disclosure. Sage Publications.
DeVito, J. A. (2015). The Interpersonal Communication Book (14th ed.). Pearson Education.
Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu. https://id.scribd.com/document/760464992/Azwar-2012-Penyusunan-Skala-Psikologi-Edisi-2-Saifuddin-Azwar
Herna, H., & Sari, A. A. (2023). Komunikasi Dalam Pengembangan Hubungan Antarpribadi Melalui Second account Instagram. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(2), 272–282. https://doi.org/10.32509/wacana.v22i2.3111
Hu, Y., Manikonda, L., & Kambhampati, S. (2014). What We Instagram: A First Analysis of Instagram Photo Content and User Types. Eighth International Conference on Weblogs and Social Media (ICWSM). https://ojs.aaai.org/index.php/ICWSM/article/view/14578
Jati, P. P., & Mardi Rahayu, M. N. (2023). Intimate Friendship and Self Disclosure on Early Adult Instagram Second Account Users. Psikoborneo: Jurnal
Ilmiah Psikologi, 11(3), 436. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v11i3.11302
Jourard, S. M. (1971). The transparent self (Rev. ed). Van Nostrand Reinhold.
Junawan, H., & Laugu, N. (2020). Eksistensi Media Sosial,Youtube, Instagram dan Whatsapp Ditengah Pandemi Covid-19 Dikalangan Masyarakat Virtual Indonesia. Baitul ’Ulum: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 41–57. https://doi.org/10.30631/baitululum.v4i1.46
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Kumar, N. (2025, Mei 8). How Many People Use Instagram 2025 [Users Statistics]. DemandSage. https://www.demandsage.com/instagram-statistics/
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Novitria, F., & Khoirunnisa, R. N. (2022). Perbedaan kecemasan akademik pada mahasiswa baru jurusan psikologi ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Penelitian Psikologi, 9(1), 11–20. Diakses dari
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/44550/37849
Pennebaker, J. W., & Susman, J. R. (1988). Disclosure of traumas and psychosomatic processes. Social Science & Medicine, 26(3), 327–332.
Prihatiningsih, W. (2017). Motif Penggunaan Media Sosial Instagram Di Kalangan Remaja. Communication, 8(1), 51. https://doi.org/10.36080/comm.v8i1.651
Riyanto, A. D. (2025, Februari 28). Hootsuite (We are Social): Data Digital Indonesia 2025. Dosen, Praktisi, Konsultan, Pembicara/Fasilitator Digital Marketing, Internet marketing, SEO, Technopreneur dan Bisnis Digital. https://andi.link/hootsuite-we-are-social-data-digital-indonesia-2025/
Santrock, J. W. (2007). Life-span development (11th ed.). McGraw-Hill.
Saputra, A. (2019). Survei penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa kota Padang menggunakan teori uses and gratifications. BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 40(2), 207–216. https://doi.org/10.14203/j.baca.v40i2.476
Septiani, D., Azzahra, P. N., Wulandari, S. N., & Manuardi, A. R. (2019). Self-disclosure dalam komunikasi interpersonal: Kesetiaan, cinta, dan kasih sayang. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling dalam Pendidikan), 2(6), 265–272. https://doi.org/10.22460/fokus.v2i6.4128
Solehah, I., Rusmana, N., & Sudrajat, D. (2024). Exploring self-disclosure trends among students: A descriptive study. Journal of Education and Counseling (JECO), 4(2), 74–86. https://doi.org/10.32627/jeco.v4i2.997Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. ke-19). Bandung: Alfabeta. ISBN 979-8433-64-0.
Sutrisno, A. P., & Mayangsari, I. D. (2022). Pengaruh penggunaan media sosial Instagram @humasbdg terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers. Jurnal Common, 5(2), 118–133. https://doi.org/10.34010/common.v5i2.5143
Syahrina, J., Siregar, N., & Harahap, N. (2022). Penelitian tentang Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO, 2(2), 20–26. https://jurnalilmukomunikasi.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/260
Statista. (2025). Internet usage in Indonesia. Diakses dari https://www.statista.com/topics/2431/internet-usage-in-indonesia/
Valkenburg, P. M., & Peter, J. (2009). Social consequences of the internet for adolescents: A decade of research. Current Directions in Psychological Science, 18(1), 1–5. https://doi.org/10.1111/j.1467-8721.2009.01595.x
World Health Organization. (2025). Gender and health. Diakses dari https://www.who.int/health-topics/gender
Yunita, S. A., & Malau, R. M. U. (2023). Keterbukaan diri (self-disclosure) pada remaja dewasa perempuan terhadap lawan jenis. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 6(1), 13–22. https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i1.5257.
DOI: https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i2.928
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Satrio Adi Sartomo, Gendon Barus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License





