Pembelajaran Kontemporer: Analisis Preferensi Mahasiswa antara Pembelajaran Daring, Luring, dan Hibrid
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki preferensi mahasiswa terhadap tiga model pembelajaran kontemporer, yaitu daring (online), luring (offline), dan hibrida (hybrid). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilengkapi umpan balik kualitatif, penelitian ini melibatkan 50 responden dari mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Pembelajaran luring (tatap muka) dinilai sebagai yang paling memuaskan dan efektif, dengan jumlah hambatan yang paling sedikit dilaporkan. Model campuran (hybrid) dianggap sebagai alternatif yang menjanjikan karena menggabungkan interaksi dan fleksibilitas, meskipun tetap ditemukan beberapa kendala. Sementara itu, model pembelajaran daring sepenuhnya memperoleh skor terendah di semua aspek yang diukur, dengan hambatan terbesar berupa masalah teknis dan keterbatasan interaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih sangat menghargai interaksi langsung dan lingkungan belajar formal sebagai faktor penting yang memengaruhi pengalaman belajar. Oleh karena itu, perguruan tinggi didorong untuk mempertahankan kualitas pembelajaran tatap muka, terus menyempurnakan desain pembelajaran hybrid yang adaptif, serta meningkatkan infrastruktur dan desain pembelajaran daring agar dapat lebih memenuhi kebutuhan mahasiswa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anderson, T. (2008). The theory and practice of online learning (2nd ed.). Athabasca University Press.
Aulia Nur Hakim, & Yulia, L. (2024). Dampak teknologi digital terhadap pendidikan saat ini. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(1), 145–163. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/800
Baber, H. (2022). Social interaction and effectiveness of online learning: A moderating role of maintaining social distance during the pandemic. Asian Education and Development Studies, 11(1), 159–171. https://doi.org/10.1108/AEDS-09-2020-0209
Boelens, R., De Wever, B., & Voet, M. (2017). Four key challenges to the design of blended learning: A systematic literature review. Educational Research Review, 22, 1–18. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2017.06.001
Chen, L., & Wijaya, R. (2024). Effectiveness of learning models in post-pandemic higher education: A cross-Asian study. The Asian Journal of Distance Education, 19(1), 45–60.
Danuri, M. (2019). Perkembangan dan transformasi teknologi digital. Infokam: Jurnal Informasi dan Komunikasi, 15(2). https://doi.org/10.53845/infokam.v15i2.178
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2023). Evaluasi pembelajaran daring di Indonesia. Jakarta: Ditjen Dikti.
Firman, F., & Rahayu, S. (2020). Pembelajaran online di tengah pandemi COVID-19. Indonesian Journal of Educational Science, 2(2), 81–89.
Garrison, D. R., & Vaughan, N. D. (2019). Blended learning in higher education: Framework, principles, and guidelines (2nd ed.). Routledge.
Garrison, D. R., Anderson, T., & Archer, W. (2000). Critical inquiry in a text-based environment: Computer conferencing in higher education. The Internet and Higher Education, 2(2–3), 87–105.
Graham, C. R. (2006). Blended learning systems: Definition, current trends, and future directions. In C. J. Bonk & C. R. Graham (Eds.), The handbook of blended learning: Global perspectives, local designs (pp. 3–21). Pfeiffer Publishing.
Graham, C. R. (2020). Blended learning systems: Definition, current trends, and future directions. In C. R. Graham & J. Bonk (Eds.), Handbook of blended learning. Wiley.
Gherheș, V., Stoian, C. E., Fărcașiu, M. A., & Stanici, M. (2021). E-learning vs. face-to-face learning: Analyzing students’ preferences and behaviors. Sustainability, 13(8), 4381. https://doi.org/10.3390/su13084381
Hrastinski, S. (2019). What do we mean by blended learning? TechTrends, 63(5), 564–569. https://doi.org/10.1007/s11528-019-00375-5
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Survei nasional persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran pasca-pandemi. Jakarta: Kemendikbudristek.
Khoerunnisa, P., & Aqwal, S. M. (2020). Analisis model-model pembelajaran. FONDATIA, 4(1), 1–27. https://doi.org/10.36088/fondatia.v4i1.441
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. (2023). Pola pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia: Tantangan dan peluang. LPDP Working Paper Series No. 15.
Muilenburg, L. Y., & Berge, Z. L. (2005). Student barriers to online learning: A factor analytic study. Distance Education, 26(1), 29–48. https://doi.org/10.1080/01587910500081269
OECD. (2021). OECD digital education outlook 2021: Pushing the frontiers with AI, blockchain and robots. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/589b283f-en
Octavia, S. A. (2020). Model-model pembelajaran. Deepublish.
Picciano, A. G. (2009). Blending with purpose: The multimodal model. Journal of the Research Center for Educational Technology, 5(1), 4–14.
Putra, L. D., & Pratama, S. Z. A. (2023). Pemanfaatan media dan teknologi digital dalam mengatasi masalah pembelajaran. Journal Transformation of Mandalika, 4(8), 323–329. https://doi.org/10.36312/jtm.v4i8.2005
Said, S. (2023). Peran teknologi digital sebagai media pembelajaran di era abad 21. Jurnal PenKoMi: Kajian Pendidikan dan Ekonomi, 6(2), 194–202. https://doi.org/10.33627/pk.62.1300
Sianipar, R., Sinaga, A. V., & Tampubolon, J. (2025). Implementation of quantum learning in english language teaching for sports students. Priviet Social Sciences Journal, 5(4), 40–51. https://doi.org/10.55942/pssj.v5i4.361
DOI: https://doi.org/10.59698/afeksi.v7i2.788
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Andromeda Valentino Sinaga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License





