Gentle Parenting dan Kemandirian Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Pola Asuh

Dilla Yunesti

Abstract


Masa usia dini dikenal sebagai periode emas (golden age) yang sangat menentukan arah perkembangan anak, termasuk pembentukan kemandirian. Kemandirian merupakan aspek penting yang mendukung anak untuk mampu mengurus diri, mengambil keputusan sederhana, dan membangun rasa percaya diri. Pola asuh orang tua berperan signifikan dalam proses ini. Artikel ini membahas gentle parenting sebagai pola asuh modern yang menekankan empati, komunikasi positif, penerimaan emosi, dan pemberian batasan yang konsisten tanpa kekerasan. Berdasarkan kajian teori perkembangan anak seperti Erikson, Hurlock, dan Baumrind, serta temuan penelitian terkini, gentle parenting terbukti memiliki hubungan positif dengan peningkatan kemandirian anak usia dini. Melalui pendekatan ini, anak diberi ruang untuk bereksplorasi, dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dan mendapat dukungan emosional yang memadai. Gentle parenting juga sejalan dengan prinsip scaffolding dalam pendidikan anak usia dini, yang memungkinkan anak berkembang secara bertahap sesuai kapasitasnya. Selain berdampak positif pada anak, pola asuh ini juga memperkuat hubungan emosional orang tua-anak dan menurunkan tingkat stres orang tua. Artikel ini menyimpulkan bahwa gentle parenting merupakan pola asuh yang relevan dengan kebutuhan anak di era modern serta mendukung kebijakan pendidikan nasional dalam menumbuhkan kemandirian sejak dini.


Keywords


Gentle Parenting, Pola Asuh, Kemandirian, Anak Usia Dini

Full Text:

PDF

References


Amped Education. (2025). Gentle Parenting: Principles and Practices for Modern Families. New York: Amped Press.

Baumrind, D. (1971). Current patterns of parental authority. Developmental Psychology Monograph, 4(1, Pt. 2), 1–103.

Grady, K. (2017). The impact of gentle parenting on children’s independence. Journal of Child Development Research, 12(3), 145–158.

Harvey, K. (2015). The happiest toddler on the block. New York: Bantam Books.

Hurlock, E. B. (1999). Developmental psychology: A lifespan approach (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Lestari, S. (2023). Gentle parenting dan perkembangan kemandirian anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 55–68.

Michelle Obama. (2025). The Light We Carry: Overcoming in Uncertain Times. New York: Crown Publishing.

Miller, A. (2024). Parenting in the 21st century: Emotional connection and child autonomy. Journal of Family Psychology, 38(1), 22–36.

Neufeld, G., & Maté, G. (2005). Hold on to your kids: Why parents need to matter more than peers. New York: Ballantine Books.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development (11th ed.). New York: McGraw-Hill.

Permendikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Santrock, J. W. (2021). Children (14th ed.). New York: McGraw-Hill.

Siegel, D. J., & Bryson, T. P. (2011). The whole-brain child. New York: Bantam Books.

Wulandari, D., & Putri, A. (2022). Pengaruh pola asuh gentle parenting terhadap kemandirian anak usia 4–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 421–432.




DOI: https://doi.org/10.59698/afeksi.v6i6.663

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Dilla Yunesti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License