Menelisik Raos Tatag Sebagai Resiliensi Indigenous Khas Jawa Pada Dewasa Awal Korban Perceraian Orang Tua
DOI:
https://doi.org/10.59698/afeksi.v6i5.614Keywords:
Raos tatag, Individu Dewasa Awal, Perceraian Orang TuaAbstract
Penelitian ini difokuskan pada pengalaman individu dewasa awal yang menjadi korban perceraian orang tua, khususnya dalam konteks dinamika raos tatag. Berbeda dari konsep resiliensi Barat, "tatag" diartikan sebagai kesadaran untuk fokus menjalani hidup saat ini, melepaskan belenggu masa lalu, dan berani menerima kenyataan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan tiga subjek dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua di masa kecil. Tujuan penelitian adalah memahami dinamika "raos tatag", pemaknaan perceraian, dan makna hidup subjek. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan "raos tatag" melibatkan proses penerimaan dan dukungan. Subjek memaknai perceraian sebagai pelajaran hidup atau perjalanan. Kepemilikan "raos tatag" memungkinkan pengelolaan stres dan penemuan makna, meskipun beberapa dampak (seperti kesulitan percaya/komitmen) dapat tetap ada. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian resiliensi melalui kearifan lokal Jawa.
References
Abdullah, E. S. P. S., & Fitrah, R. (2019). Self-Efficacy in Young Adults with Divorced Parents. Proceedings of the 4th ASEAN Conferenceon Psychology, Counselling, and Humanities (ACPCH2018). Proceedings of the 4th ASEAN Conference on Psychology, Counselling, and Humanities (ACPCH 2018), Surat Thani, Thaland. https://doi.org/10.2991/acpch18.2019.40
Amalia, S. T., & Cahyanti, I. Y. (2021). Gambaran Resiliensi Pada Individu DewasaAwal Terhadap Situasi Akibat Perceraian Orangtua. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 268–279. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24754
Amato, P. R. (2014). The Consequences of Divorce for Adults and Children: An Update. Drustvena Istrazivanja, 23(1), 5–24. https://doi.org/10.5559/di.23.1.01
Afdal, Yunasril, R., Lestari, S. M., Nusa, S. A., Ramadhani, A. F., & Syapitri, D. (2021). Dampak perceraian orangtua terhadap meaning of life remaja. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 8(2), 186–198. https://doi.org/10.21009/JKKP.082.07
Cahyani, Y. U., & Rahmasari, D. (2019) Retraksi : Resiliensi pada Remaja Awal yang Orangtuanya Bercerai. Indonesia Psychological Research, 1(2), 102-110. https://doi.org/10.29080/ipr.v 1 i2. 186
Detta, B., & Abdullah, S. M. (2017). DINAMIKA RESILIENSI REMAJA DENGAN KELUARGA BROKEN HOME. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 19(2), 71. https://doi.org/10.26486/psikologi.v19i2.600
Frankl, V. E. (2017) Man's search for meaning. Noura Books PT Mizan Publika.
Hadianti, S. W., Nurwati, N., & Darwis, R. S. (2017). RESILIENSI REMAJA BERPRESTASI DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14278
Sarwono, R. B. (2022). Saintifikasi junggringan sebagai sebuah prosedur konseling indigenous berdasarkan ajaran Kawruh Jiwa ki ageng suryomentaram.
Suryomentaram, Ki. A. (2003). (Kawruh Jiwa: Wejanganipun Ki Ageng Suryomentaram, 1989). Falsafah hidup bahagia I: Jalan menuju aktualisasi diri. (Ki Grangsang Suryomentaram, Ki Otto Suastiko, Ki Moentoro Atmosentono: Terjemahan). Jakarta: Grasindo
Sumbodo, Heru & Koentjoro. (2018). Ngudari Reribet: Mulur-mungkret dan Tatag Janda Muda Ditinggal Mati dalam Perspektif Ki Ageng Suryomentaram. GADJAH MADA JOURNAL OF PSYCHOLOGY (GAMAJOP). VOLUME 4, NO. 2, 2018: 158-172. ISSN: 2407-779.
Moleong, L. J. (2009). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Amalia, S. T., & Cahyanti, I. Y. (2021). Gambaran Resiliensi Pada Individu DewasaAwal Terhadap Situasi Akibat Perceraian Orangtua. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 268–279. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24754
Amato, P. R. (2014). The Consequences of Divorce for Adults and Children: An Update. Drustvena Istrazivanja, 23(1), 5–24. https://doi.org/10.5559/di.23.1.01
Afdal, Yunasril, R., Lestari, S. M., Nusa, S. A., Ramadhani, A. F., & Syapitri, D. (2021). Dampak perceraian orangtua terhadap meaning of life remaja. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 8(2), 186–198. https://doi.org/10.21009/JKKP.082.07
Cahyani, Y. U., & Rahmasari, D. (2019) Retraksi : Resiliensi pada Remaja Awal yang Orangtuanya Bercerai. Indonesia Psychological Research, 1(2), 102-110. https://doi.org/10.29080/ipr.v 1 i2. 186
Detta, B., & Abdullah, S. M. (2017). DINAMIKA RESILIENSI REMAJA DENGAN KELUARGA BROKEN HOME. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 19(2), 71. https://doi.org/10.26486/psikologi.v19i2.600
Frankl, V. E. (2017) Man's search for meaning. Noura Books PT Mizan Publika.
Hadianti, S. W., Nurwati, N., & Darwis, R. S. (2017). RESILIENSI REMAJA BERPRESTASI DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14278
Sarwono, R. B. (2022). Saintifikasi junggringan sebagai sebuah prosedur konseling indigenous berdasarkan ajaran Kawruh Jiwa ki ageng suryomentaram.
Suryomentaram, Ki. A. (2003). (Kawruh Jiwa: Wejanganipun Ki Ageng Suryomentaram, 1989). Falsafah hidup bahagia I: Jalan menuju aktualisasi diri. (Ki Grangsang Suryomentaram, Ki Otto Suastiko, Ki Moentoro Atmosentono: Terjemahan). Jakarta: Grasindo
Sumbodo, Heru & Koentjoro. (2018). Ngudari Reribet: Mulur-mungkret dan Tatag Janda Muda Ditinggal Mati dalam Perspektif Ki Ageng Suryomentaram. GADJAH MADA JOURNAL OF PSYCHOLOGY (GAMAJOP). VOLUME 4, NO. 2, 2018: 158-172. ISSN: 2407-779.
Moleong, L. J. (2009). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
2025-07-11
Issue
Section
Articles
Citation Check
License
An author who publishes in AFEKSI agrees to the following terms:- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).