Pengaruh Harga Pupuk, Jumlah Produksi, dan Jaringan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Seruyan Tengah

Authors

  • Muhammad Khoirul Amin Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Bayu Nurhadi Universitas Islam Negeri Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.59698/uniter.v3i2.483

Keywords:

Harga Pupuk, Jaringan Pemasaran, Kelapa Sawit, Pendapatan Petani, Produksi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh harga pupuk, jumlah produksi, dan jaringan pemasaran terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Populasi penelitian berjumlah 120 petani kelapa sawit, sedangkan sampel sebanyak 89 responden ditentukan melalui simple random sampling berdasarkan rumus Isaac dan Michael pada taraf kesalahan 5%. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda melalui SPSS versi 28. Seluruh butir instrumen dinyatakan valid (r hitung = 0,509-0,960; r tabel = 0,361), dan seluruh konstruk reliabel dengan Cronbach's alpha sebesar 0,824-0,970. Model regresi signifikan, F(3, 85) = 22,940, p < 0,001, dengan adjusted R² = 0,428. Secara parsial, skor harga pupuk (B = 0,333; β = 0,264; p = 0,005), jumlah produksi (B = 0,134; β = 0,238; p = 0,013), dan jaringan pemasaran (B = 0,446; β = 0,340; p = 0,001) berasosiasi positif dan signifikan dengan skor pendapatan. Jaringan pemasaran menunjukkan kontribusi relatif terbesar dalam model. Karena redaksi butir dan skala respons tidak tersedia dalam naskah sumber, koefisien harga pupuk harus dipahami sebagai hubungan antarskor konstruk, bukan sebagai bukti bahwa kenaikan harga pupuk nominal meningkatkan pendapatan. Temuan menegaskan pentingnya efisiensi input, peningkatan produksi, dan penguatan akses pemasaran dalam mendukung pendapatan petani kelapa sawit.

Downloads

Published

2026-08-03