Pengaruh CAR, BOPO, dan FDR Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia: Peran Moderasi NPF
DOI:
https://doi.org/10.59698/uniter.v3i2.454Keywords:
Bank Umum Syariah, BOPO, CAR, FDR, NPFAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return on Assets (ROA), serta menguji peran Non-Performing Financing (NPF) sebagai variabel moderasi pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2019–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder dan teknik purposive sampling. Berdasarkan keluaran regresi yang tersedia, analisis mencakup 45 observasi bank-tahun. Pengujian dilakukan melalui regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan SPSS versi 30. Model langsung memiliki adjusted R² sebesar .749 dan signifikan secara simultan, F(3, 41) = 44.654, p < .001. CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (B = .076, p = .001), BOPO berpengaruh negatif dan signifikan (B = −.092, p < .001), sedangkan FDR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (B = .017, p = .263). Model moderasi memiliki adjusted R² sebesar .904. Interaksi CAR×NPF (B = .060, p < .001) dan FDR×NPF (B = .025, p = .002) signifikan, sedangkan interaksi BOPO×NPF tidak signifikan (B = −.002, p = .529). Temuan menegaskan pentingnya kecukupan modal dan efisiensi operasional bagi profitabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa risiko pembiayaan mengubah hubungan kondisional CAR dan FDR dengan ROA.



.png)

