Determinan Kemiskinan Antarprovinsi di Indonesia: PDRB, Ketimpangan Pendapatan, Indeks Pembangunan Manusia, dan Zakat

Authors

  • Fata Awliya Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59698/uniter.v4i1.227

Keywords:

kemiskinan, ketimpangan pendapatan, PDRB, pembangunan manusia, regresi data panel, zakat

Abstract

Kemiskinan antarprovinsi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kapasitas ekonomi daerah, tetapi juga dengan distribusi pendapatan, kualitas pembangunan manusia, dan efektivitas instrumen redistribusi sosial. Penelitian ini menganalisis hubungan PDRB, ketimpangan pendapatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan zakat dengan tingkat kemiskinan pada 34 provinsi di Indonesia selama 2020-2022. Data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan BAZNAS serta membentuk balanced panel sebanyak 102 observasi provinsi-tahun. Analisis menggunakan regresi data panel; berdasarkan model yang dilaporkan pada analisis sumber, Random Effect Model (REM) digunakan sebagai spesifikasi utama. Hasil REM menunjukkan bahwa PDRB memiliki koefisien negatif tetapi tidak signifikan, ketimpangan pendapatan berkoefisien positif dan signifikan, IPM berkoefisien negatif dan signifikan, sedangkan zakat berkoefisien negatif tetapi tidak signifikan. Temuan menunjukkan bahwa selama periode pemulihan pandemi, ketimpangan distribusi dan kualitas pembangunan manusia memiliki asosiasi yang lebih konsisten dengan kemiskinan dibandingkan besaran PDRB dan zakat yang digunakan dalam model. Pemeriksaan diagnostik mengindikasikan residual tidak normal dan adanya sinyal heteroskedastisitas, sehingga inferensi koefisien terutama temuan yang mendekati batas signifikansi, perlu dibaca secara hati-hati. Implikasi kebijakan menekankan pertumbuhan yang inklusif, pemerataan akses pendidikan-kesehatan, serta penguatan tata kelola dan ketepatan sasaran distribusi zakat.

Downloads

Published

2026-09-16