Representasi Makna Cinta dalam Lagu Arab Bikilma Meenak ( بكلمة منك ) dan Lagu Indonesia Buih Jadi Permadani: Kajian Semiotika Roland Barthes dalam Perspektif Sastra Bandingan

Authors

  • Haris Khoirurrijal Universitas Sunan Gunung Djati Bandung
  • Khalid Muzakki Universitas Sunan Gunung Djati Bandung
  • Fadly Husni Abdillah Universitas Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.59698/vilvatikta.v3i1.570

Keywords:

semiotika, Roland Barthes, sastra bandingan, lagu Arab, lagu Indonesia, makna cinta

Abstract

Musik populer tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media ekspresi budaya dan cerminan nilai-nilai sosial masyarakat. Lagu, sebagai bentuk sastra modern, mengandung tanda-tanda linguistik yang dapat dikaji melalui analisis semiotika untuk menyingkap makna di baliknya. Penelitian berjudul “Representasi Makna Cinta dalam Lagu Arab Bikilma Meenak dan Lagu Indonesia Buih Jadi Permadani: Kajian Semiotika Roland Barthes dalam Perspektif Sastra Bandingan” ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana makna cinta direpresentasikan melalui tiga tingkatan makna semiotik Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) serta membandingkan perwujudannya dalam konteks budaya Arab dan Melayu-Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil analisis menunjukkan bahwa Bikilma Meenak merepresentasikan cinta sebagai bentuk pengabdian spiritual, sedangkan Buih Jadi Permadani menampilkan cinta sebagai simbol pengorbanan dan kesetiaan. Pada tataran mitos, budaya Arab menonjolkan nilai kepasrahan dan spiritualitas, sementara budaya Melayu-Indonesia menekankan keikhlasan serta moralitas cinta sebagai wujud kemurnian perasaan.

References

Arikunto, S. (2007). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Barthes, R. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.

Harnia, N. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Taufiq, Wildan. (2000). Semantik dan Semiotik: Sebuah Pengantar Teori Makna. Bandung: Alfabeta

(Hornby yang dimaksud adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary, edisi 2000, hlm. 1162).

Barthes, Roland. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.

Van Zoest, Aart. (1993). Semiotika: Tentang Tanda, Cara Kerjanya dan Apa yang Kita Lakukan Dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung..

El-Shenawi, S. (2020). Sherine Abdel Wahab Biography: The Voice of Modern Egypt. Arab Music Journal, 12(3), 45–53.

Sonora.id. (2023, April 14). Arti Lirik Lagu Bikilma Meenak – Sherine Abdel Wahab. [https://www.sonora.id/read/424012394/arti-lirik-lagu-bi-kelma-menak-sherine-abdel-wahab-lagu-arab-sedih](https://www.sonora.id/read/424012394/arti-lirik-lagu-bi-kelma-menak-sherine-abdel-wahab-lagu-arab-sedih)

Al-Khatib, M. A. (2014). The Language of Love in Arabic Culture. Journal of Arabic Literature, 45(2), 122–137.

Detik.com. (2024, April 11). Lirik Buih Jadi Permadani dari Exist, Lagu Lawas Malaysia Viral Lagi. https://www.detik.com/pop/music/d-7662046/lirik-buih-jadi-permadani-dari-exist-lagu-lawas-malaysia-viral-lagi (https://www.detik.com/pop/music/d-7662046/lirik-buih-jadi-permadani-dari-exist-lagu-lawas-malaysia-viral-lagi)

Afifah, Y. (2023). Representasi Persatuan dan Kesatuan dalam Lagu “Tahayya” World Cup 2022 (Analisis Semiotika Roland Barthes). Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor, 1, 634–646.

Rahim, M., & Hudri, M. (2023). Representasi Makna Rahmat Pada Lirik Lagu “Rahmatun Lil’alameen” Karya Maher Zain (Kajian Semiotika). Al-Jawhar: Journal of Arabic Language, 1(2), 161–172.

Downloads

Published

2026-07-23

How to Cite

Haris Khoirurrijal, Khalid Muzakki, & Fadly Husni Abdillah. (2026). Representasi Makna Cinta dalam Lagu Arab Bikilma Meenak ( بكلمة منك ) dan Lagu Indonesia Buih Jadi Permadani: Kajian Semiotika Roland Barthes dalam Perspektif Sastra Bandingan. Vilvatikta: Jurnal Pengembangan Bahasa Dan Sastra Daerah, 3(1), 12–26. https://doi.org/10.59698/vilvatikta.v3i1.570

Issue

Section

Articles